di sore ini aku menyeduh segelas kopi.. hmm.. harumnya aroma kopi melayangkan pikiranku tentang rasanya yang nikmat.. sllrrrppp.. aku pun meminumnya.. aku merasakan kehangatan kopi itu yang kini mulai menghangatkan perutku.. aku tidak yakin bagaimana rasa kopi yang kuminum.. manis kah? pahit kah? aku tidak tahu.. aku tidak bisa menjelaskannya. seharusnya kopi itu terasa manis, karena aku yakin telah menambahkan gula kedalamnya.
apakah rasa kopi ku ini? mengapa hanya hangatnya kopi itu yang bisa kurasakan?
aku baru saja terguyur hujan. aku merasa dingin. aku yakin segelas kopi akan menghangatkanku, apa pun rasa kopi itu. kopi ini tak berasa apa-apa. namun aku merasakan kehangatannya. aku meminum kopi itu lagi… sedikit demi sedikit, hingga akhirnya kuteguk hingga habis.
segelas kopi itu, menyisakan ampas kopi dalam gelas, dan meninggalkan kehangatan dalam badanku. *lama aku terdiam memandangi gelas itu*. pikiranku tak menentu entah hendak memikirkan apa. perasaanku hampa entah harus merasakan apa. aku bagaikan berhadapan dengan lautan pikiran dan perasaan, semua menuntut untuk menjadi hal pertama yang aku pikirkan dan rasakan. namun satu hal yang nyata, aku masih merasakan kehangatan kopi itu.
apakah itu.. yah.. tentu saja..
disini aku tidak hanya ditemani segelas kopi, tapi juga.. Tuhan. kehangatan itu bagaikan sebuah pelukan yang menenangkan, apapun rasa kopi itu.
jadi disinilah.. dalam sebuah pertemuan tidak formil.. aku, Tuhan, dan segelas kopi.
Tuhan.. aku tahu, aku sering melewatkan lima waktu pertemuan formil kita. namun dengan segelas kopi, aku ingin berbagi semuanya dengan-Mu. dengan pengetahuan-Mu, aku ingin memahami sesuatu. dengan kehangatan-Mu, aku ingin… berteman dengan-Mu.