AFTER AN AFTERNOON

Tuhan… tempatkanlah aku di jalan-Mu,
dimana ridla ibu dan bapak-ku, juga ridla-Mu akan selalu menyertaiku.
Tuhan… ketika aku menghadapi suatu pilihan,
bimbinglah aku pada jalan terbaik-Mu,
agar aku bisa berihktiar untuk dunia dan akhirat.
Tuhan… Kau-lah pemilik dan penentu takdirku,
semua adalah rencana-Mu,
dan aku berusaha menjalaninya sebaik mungkin.
Amin.

keajaiban Tuhan

hai Tuhan…
it’s been a roller coaster for me… take it all with smile in my face.
damn, You’re very very so GREAT in everything. You’re so Cool.
Tuhan… Kau dan segala keajaiban-Mu, sedangkan aku dan segelas kopi-ku.
bersama-sama menjalani semuanya…
yang menyenangkan, memuakkan, menyedihkan, menyebalkan, menggembirakan, membesarkan hati, mendebarkan, mengejutkan… nano nano dah.
seseorang mengingatkanku untuk selalu menjalani hidup dengan ikhlas dan hanya untuk-Mu… untuk-Mu… dan untuk-Mu.
it all make sense and You’re so so worth it of all.
Tuhan… jangan pernah tinggalkan aku, bahkan ketika aku terlalu jauh untuk mengingat-Mu.

lama tak minum kopi

hai Tuhan.. apa kabarmu?
akhir-akhir ini kita jarang minum kopi bersama… yah, kita jadi jarang ketemu dalam suasana non formil seperti ini. secara kemaren adalah bulan penuh berkah-Mu, bulan Ramadhan nan syahdu… kita lebih sering ketemu dalam suasana formil dan penuh ke-khusyu’an.

sekarang, sembari kita menikmati kopi kita… aku mau berterima kasih padamu, atas segala "i never know what am i  going to get from You". Tuhan.. Kau benar-benar bekerja dengan caramu yang misterius…

memang akhir-akhir ini aku merasa lebih dekat dengan-Mu dalam suasana formil kita, meskipun semuanya belum kusempurnakan secara lima waktu, tapi entah mengapa.. aku selalu teringat padaMu.. dalam setiap apa yang aku lakukan, aku pikirkan, dan segalanya…
aku tahu Kau maha mendengar… tapi aku pun terkejut ketika Kau mengabulkan beberapa hal dalam waktu yang singkat, karena aku sudah terbiasa menunggu.. menunggu.. dan menunggu segala keajaiban-Mu, bahkan ketika semuanya telah terjadi dan Kau kabulkan seolah aku telah lupa pernah meminta pada-Mu tentang hal-hal tersebut…

Tuhan… apakah aku harus berhati-hati dengan segala permohonanku…
Tuhan… kuharp Kau tahu dan bisa membedakan, mana yang cuma iseng dan mana yang benar-benar pengharapan tinggi.
apapun itu ya Tuhan… aku akan mensyukuri-nya..

MELARUT PADA SUATU KEPAHITAN

ketika aku menjauh dari semuanya… dan memilih berada disini,
bersama Tuhan yang mendengarkan segala komplain-ku tentang rasa kopi itu.

aku, Tuhan, dan segelas kopi…
banyak yang kuungkapkan pada Nya,
tentang rasa kopi itu, tentang kekhawatiranku jika rasa itu melarut lebih jauh.
namun aku terlalu jenuh untuk mencoba merubah rasa kopi itu.
disini, Tuhan menghiburku dengan rasa kopi yang lain,
yang cukup manis dan menghangatkan…

Tuhan, selama aku menjauh… kopi itu telah melarut lebih jauh.
mengapa rasa itu menjadi tidak terkendali.
semua semakin membuahkan ketidaknyamanan bagiku, semuanya memuakkan..
dan memantapkan aku untuk semakin menjauh, kembali minum kopi bersamaMu.

namun rasa muak itu menyadarkanku, untuk peduli dan mengatakan rasa yang sesungguhnya.
rasa yang selama ini ditutupi dengan rasa manis semu yang dipaksakan, hingga semuanya melarut dalam sebuah ketidakpastian.
kuungkapkan suatu kepahitan, yang jika dipaksakan pun akan melarut pada suatu kepahitan yang lebih mendalam.

sekarang… disinilah aku, bersama Tuhan, dan segelas kopi manis yang Tuhan berikan padaku.
bersama kita menunggu dan melihat semuanya… berharap semua akan menemukan kopi manis-nya masing-masing.
disini pun aku menunggu datangnya suatu masa…
dimana aku bisa mendekat kembali, untuk menikmati kopi manis bersama.

RASA

Tuhan.. kenapa dalam kopi harus ada rasa?

rasa ada untuk disyukuri
rasa ada untuk dirasakan
rasa ada untuk dipermainkan
rasa ada untuk disayangi
rasa ada untuk disakiti
rasa ada untuk dikecewakan
rasa ada untuk memberi arti dalam hidup

rasa untuk perasaan
dan perasaan untuk hati
seringkali hati merasa menderita karena ulah perasaan yang tak menentu

Tuhan… andaikan aku minum kopi itu tanpa memperdulikan rasa kopi itu…
apakah yang akan terjadi?
bukan tidak mungkin aku akan menyakiti diriku sendiri
bukan tidak mungkin pula aku akan merugikan orang lain
terkadang "merasakan" itu sangat memuakkan

MULAI SEDIKIT TERASA MANIS

hai Tuhan apa kabar ^_^ beberapa hari ini aku merasa kopi itu terasa manis sedikit demi sedikit. terima kasih Tuhan… aku mensyukuri setiap rasa manis yang aku rasakan dari kopi itu. 

MUAK

aku merasa semuanya memuakkan, penuh kepalsuan dan egois. akan habis kah kesabaranku? hingga kapan aku bisa bersabar…
Tuhan… kopi itu terasa memuakkan! sangat memuakkan hingga membuatku ingin muntah… memuntahkan semua emosi yang membuatku muak.

APA RASA KOPI ITU?

Tuhan… aku belum bisa menentukan apa rasa kopi itu. semuanya membingungkan hingga membuat kepalaku sakit.
Tuhan… aku hanya merasakan kehangatan kopi itu. kehangatan itu lah yang selama ini aku jadikan penunjuk arah agar aku selalu dan tetap berada di jalan-Mu.
Tuhan… aku tahu aku sering meninggalkan-Mu dan terlarut dalam nikmat duniawi-Mu. Tuhan… jangan tinggalkan aku dengan segala kebingunganku dalam menghadapi cobaan-Mu. berilah aku jalan dan kekuatan dalam menghadapinya.
Tuhan… aku merindukan rasa kopi yang nikmat itu…

GELAS PERTAMA

di sore ini aku menyeduh segelas kopi.. hmm.. harumnya aroma kopi melayangkan pikiranku tentang rasanya yang nikmat.. sllrrrppp.. aku pun meminumnya.. aku merasakan kehangatan kopi itu yang kini mulai menghangatkan perutku.. aku tidak yakin bagaimana rasa kopi yang kuminum.. manis kah? pahit kah? aku tidak tahu.. aku tidak bisa menjelaskannya. seharusnya kopi itu terasa manis, karena aku yakin telah menambahkan gula kedalamnya.

apakah rasa kopi ku ini? mengapa hanya hangatnya kopi itu yang bisa kurasakan?

aku baru saja terguyur hujan. aku merasa dingin. aku yakin segelas kopi akan menghangatkanku, apa pun rasa kopi itu. kopi ini tak berasa apa-apa. namun aku merasakan kehangatannya. aku meminum kopi itu lagi… sedikit demi sedikit, hingga akhirnya kuteguk hingga habis.

segelas kopi itu, menyisakan ampas kopi dalam gelas, dan meninggalkan kehangatan dalam badanku. *lama aku terdiam memandangi gelas itu*. pikiranku tak menentu entah hendak memikirkan apa. perasaanku hampa entah harus merasakan apa. aku bagaikan berhadapan dengan lautan pikiran dan perasaan, semua menuntut untuk menjadi hal pertama yang aku pikirkan dan rasakan. namun satu hal yang nyata, aku masih merasakan kehangatan kopi itu.

apakah itu.. yah.. tentu saja..

disini aku tidak hanya ditemani segelas kopi, tapi juga.. Tuhan. kehangatan itu bagaikan sebuah pelukan yang menenangkan, apapun rasa kopi itu.

jadi disinilah.. dalam sebuah pertemuan tidak formil.. aku, Tuhan, dan segelas kopi.

Tuhan.. aku tahu, aku sering melewatkan lima waktu pertemuan formil kita. namun dengan segelas kopi, aku ingin berbagi semuanya dengan-Mu. dengan pengetahuan-Mu, aku ingin memahami sesuatu. dengan kehangatan-Mu, aku ingin… berteman dengan-Mu.

love stupidity.. is it worth it?

ca^_^nih: yaaannnn
tjahaju  : ?
ca^_^nih: status ym-ku, u ngerti kan artinya
ca^_^nih: "if loving you is wrong i dont want to be right"
tjahaju  : yup, aku paham kok maksud e
ca^_^nih: soalnya temenku akeh sing ga ngerti
tjahaju  : ya iku artine pada intinya "biarkan aku hidup dalam kebodohanku sendiri"
ca^_^nih: huakakkaaa…

makan ati karena cemburu, tetep sabar ketika pasangan selingkuh, tergantung-gantung terkatung-katung karena ketidakjelasan, perasaan ga tenang. "it’s OK, coz i dont want to be right"

wedew, dasar gebleg!

Next Page »